Isu Serangan Balasan di Baubau Dipastikan HOAX, Kasi Humas Polres Baubau Imbau Warga Bijak Bersosmed
BAUBAU - Informasi yang beredar luas di media sosial dan grup percakapan mengenai gabungan kelompok pemuda yang disebut "preman Tarafu, Wameo, Bone-Bone, dan Lipu" yang disebut mendukung tokoh tertentu ditegaskan sebagai hoax dan menyesatkan oleh kelompok pemuda setempat.
Menanggapi informasi sensitif yang berpotensi memicu konflik ini, Polres Baubau bersama jajaran Polsek Wolio dan Polsek Murhum segera bertindak. Pada Senin, 13 Oktober 2025, pukul 20.00 WITA, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) di Kelurahan Wameo, Tarafu, Bone-Bone, Kecamatan Batupoaro dan Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari.
Hasil Pulbaket dan keterangan yang diperoleh Polres Baubau bersma Polsek Wolio dari tokoh pemuda setempat secara tegas membantah kebenaran isu tersebut.
Dua tokoh pemuda Wameo, Sdr. Albert dan Sdr. Bujang, sehingga dengan tegas menyatakan bahwa isu yang beredar melalui pesan WhatsApp adalah hoax atau tidak benar adanya dan menyesatkan, demikian pernyataan bunyi resmi tersebut.
Sehubungan dengan hal ini, Sdr. Albert dan Sdr. Bujang telah menghimbau para pemuda, khususnya di Kelurahan Wameo, dan sekitarnya untuk tidak mudah terprovokasi oleh pesan berantai dan informasi yang belum terverifikasi.
Di akhir pernyataannya, kelompok pemuda mendesak pihak kepolisian untuk bertindak tegas terhadap para pelaku keributan dan mendesak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat ( Kamtibmas ). Mereka meminta Polres Baubau untuk memproses hukum tanpa pandang bulu terhadap pihak yang menjadi pemicu bentrokan antar-kelompok pemuda yang menggunakan senjata tajam dan mengganggu situasi keamanan.
Menanggapi beredarnya informasi hoax tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Baubau melalui Kasi Humas Iptu Rino Asnan, S.H., turut angkat bicara, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.
"Kami tegaskan bahwa informasi yang mengaitkan kelompok pemuda dengan label negatif dan menyeretnya ke isu politik adalah hoax yang bertujuan memecah belah dan membuat resah," ujar IPTU Rino Asnan.
Ia menambahkan, "Penyebaran hoax seperti ini sangat mengganggu konsentrasi kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), terutama setelah kami berhasil memfasilitasi rekonsiliasi pasca-bentrokan. Kami meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial dan segera melaporkan jika menemukan informasi yang tidak benar."
"Polres Baubau memastikan akan terus berpatroli dan menindak tegas siapapun yang terbukti menjadi pemicu keributan atau menyebarkan informasi palsu yang dapat mengganggu kedamaian Kota Baubau," Ujar Kasi Humas.
Komentar
Posting Komentar