Dijaga Humanis, Peringatan 'September Berdarah' di Baubau Berjalan Aman dan Tertib
Baubau, Sultra – Solodaritas mahasiswa teknik dari berbagai universitas di Kota Baubau menggelar aksi damai untuk memperingati "Tragedi September Berdarah" yang menewaskan dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Randi dan Yusuf, di Kendari pada tahun 2019. Kegiatan yang berlangsung di Kampus Universitas Muhammadiyah Buton, Kelurahan Nganganaumala, Kecamatan Batupoaro, pada Sabtu (27/9/2025) malam, melibatkan sekitar 400 peserta dan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif.
Aksi damai yang dimulai sekitar pukul 21.00 Wita ini diisi dengan rangkaian kegiatan yang khidmat, termasuk pembacaan doa, menyanyikan lagu kebangsaan, menyalakan lilin, hingga orasi dan pembacaan puisi. Koordinator lapangan (Korlap) aksi menuntut keadilan bagi almarhum Randi dan Yusuf, menegaskan bahwa mereka adalah pahlawan sejati yang gugur dalam memperjuangkan hak rakyat.
Pengamanan kegiatan dilakukan oleh jajaran Polres Baubau. Apel pengamanan dipimpin langsung oleh Padal Pengamanan, Kapolsek Wolio IPTU MUH. RUSDI, S.AP. Dalam arahannya, Kapolsek menekankan pentingnya pelaksanaan tugas dengan pendekatan humanis.
"Kami mengapresiasi aksi damai yang berjalan tertib dan tidak menimbulkan gangguan Kamtibmas. Sejak awal, arahan kami kepada personel adalah mengutamakan tindakan yang Preemtif dan Preventif yang Humanis dan jangan arogan," ujar IPTU MUH. RUSDI, S.AP. Ia menambahkan, tim pengamanan hanya berjaga di luar area kampus dan berkomitmen penuh untuk memastikan aksi berjalan lancar hingga selesai.
Kegiatan berakhir pada pukul 22.30 Wita setelah mahasiswa menyampaikan orasi yang juga menyerukan agar tidak ada lagi darah yang tumpah dan penindasan dalam menyampaikan aspirasi.
Komentar
Posting Komentar